Gambaran Umum
Desa Lubuk Siam merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Desa ini memiliki karakteristik wilayah pedesaan dengan kehidupan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, adat, dan budaya masyarakat Melayu. Secara geografis, wilayah Desa Lubuk Siam memiliki kawasan permukiman, lahan pertanian dan perkebunan, serta wilayah perairan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Beberapa sumber mencatat luas wilayah desa sekitar 12.000 hektare dan secara umum memiliki kondisi dataran rendah serta perbukitan.
Salah satu potensi yang berkembang di Desa Lubuk Siam adalah sektor perikanan. Kondisi wilayah yang berkaitan dengan perairan mendukung masyarakat dalam melakukan kegiatan budidaya ikan, termasuk melalui keramba. Selain perikanan, masyarakat juga menjalankan berbagai kegiatan ekonomi seperti perkebunan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam kehidupan sosial, masyarakat Desa Lubuk Siam terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan. Nilai adat dan budaya Melayu juga menjadi bagian dari karakter kehidupan masyarakat desa. Di sisi lain, desa memiliki peluang untuk terus berkembang melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan teknologi digital.
Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, Desa Lubuk Siam diharapkan dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, berdaya saing, serta tetap mempertahankan nilai adat dan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Sejarah Desa
Pada suatu hari Datuk Sindo, Datuk Raja Panglimo, dan Datuk Raja Penghulu terjadi persilishan antara kakak Datuk Sindo, Datuk Raja Panglimo dengan Datuk Raja Panglino sehingga Datuk Raja Penghulu mengasingkan diri ke suatu tempat yaitu Muaro Kulin dengan kehidpan serba adanya. Sedangkan Datuk Raja Panglimo memiliki kekayaan yang melimpah ruah, Kerajaan Siak pun pernah meminjam uang untuk membangun Istana Kerajaan Siak. Salah satunya harta yang dimiliki oleh Raja Panglimo yaitu Takai Siam ( Guci Emas) Sebanyak 7 Unit.
Suatu hari Datuk Sindo dan Datuk Panglimo berburu ke suatu danau yangbernama Tapian Kiano dengan berburu burung bangau dan Si-kijang putih. Sepulang berburu maka dijumpainya anak Datuk Raja Panglimo sedang menangis dan Datuk Raja Panglimo marah kepada istrinya yang bernama Nenek Sijomai dan mengatakan kepada Nenek Sijomai dengan kata-kata yang sombong
“ Kenapa kau tangiskan anak kita tersebut? Tampaknya kamu di rumah anak seseorang tidak terjaga! Apalagi yang kau pikirkan ?..........
Ome padu palang pintu
Ome ketek pamupuak api
Takau ometujuh berderet
Lingkiang padi tujuh sejajau
Toman manumbuok golak maighau
Gondang calempong basorak-sorak
Untuk menghibur para seluruh babu
Kobau mandi tonang kuolo
Itiek mandi kowuokan ayi kampau
Merpati terbang golapkan aghi”
Terjemahan bantahan tersebut bahasa Indonesia
“ Emas padat palang pintu
Emas kecil pemupuk api
Guci emas yang berderet
Lumbung padi yang sejajar
Tangkapan toman yang banyak
Gendang talempong bersorak-sorak
Untuk menghibur para seluruh budak
Kerbau mandi tenang kuala/sungai
Itik mandi keruhkan sungai kampar
Merpati terbang gelapnya langit”
Setelah dimarahi oleh suaminya, istrinya mentiduri anaknya dengan perasaaan menjengkelkan kepada anaknya dimana anaknya sedang dalam ayunan yang terbuat dari emas berliant. Maka dinyanyikanlah anaknya yang bernama Sijamah yang berumur 1,5 tahun dengan lirik nyanyian sebagai berikut:
“Tidurlah dalam ayunan loju
Tidurlah jagnagn kau mananghi
Apo nan kau tangi kan
Makanlah sudah, mandilah salosai
Kau totap manangi juo
Apo nan kau sibuon leh nak
Ome pade palang pintu
Ome ketek pamupuok api
Takau ometujuh berderet
Lingkiang padi tujuh sejajau
Toman manumbuok golak maighau
Gondang calempong bersorak-sorak
Untuk menghibur para seluruh babu
Kobau mandi tonang kuolo
Itiek mandi kowuokan ayi kampau
Merpati tobang golapkan aghi”
Setelah nyanyian itu habis, maka palang pintu yang terbuat dari emas meluncurr terbang keluar rumah Takai Siam ( Guci Emas ) menggelinding kedalam danau, abu terbang kebawa angin, lumbung padi hangus terbakar, kerbau lari terpontang panting, itik lari entah kemana, merpati salang makan memakan, gemuruh angin mulai datang , petir menyambar hujan badai pun turun, sesal pun datang, maka dengan kejadian ini hilang sudah kekayaan dari Datuk Raja Panglimo.
Dengan peristiwa ini dinamailah nama Desa Lubuk Siam yaitu Lubuk dari kata Terlubuk/Tenggelam sedangkan Siam dari kata Takai Siam/Guci Emas.
Visi
Menjadikan Desa Lubuk Siam sebagai Desa Maju dalam Perekonomian dengan Masyarakat yang Madani, Beradat dan Berbudaya.
Misi
Meningkatkan hasil usaha masyarakat, bidang perkebunan, perikanan dan UKM.
Transparansi dalam pengelolaan pembangunan desa yang tepat guna.
Membangun SDM dan penggalian SDA (PAD).
Membangun kerja sama dengan BPD, Ninik Mamak, Tokoh Agama, Pemuda dan Tokoh Masyarakat.
Peningkatan pelayanan masyarakat di bidang administrasi kependudukan dan kesehatan serta pendidikan.
Membuka peluang kerja bagi generasi muda dan masyarakat.
Mendukung dan memfasilitasi kegiatan kepemudaan, keagamaan, budaya dan kegiatan sosial.
Menciptakan lingkungan yang kondusif, aman dan tenteram bagi masyarakat.
Lokasi Desa
Kecamatan
Siak Hulu
Kabupaten
Kampar
Provinsi
Riau